Pelatihan Pembuatan Kurumie Menggunakan Kain Perca di Sekolah Menengah Atas (SMA) Himmata

  • Rina Sukmara
  • Retno Utari
  • Rita Agustina Karnawati
Keywords: Kurumie, Kain Perca, Pelatihan, Kewirausahaan, PK2M

Abstract

Mayoritas masyarakat Tanjung Priok khususnya di daerah Plumpang – Semper banyak memilih berusaha di bidang industri pembuatan legging. Hal itu dapat dilihat dari banyaknya toko-toko yang menjual legging di sepanjang jalan. Dengan banyak industri pembuatan legging tersebut membuat limbah kain perca menjadi semakin menumpuk. Sehingga membuat kami tertarik untuk membuat suatu kreasi menggunakan limbah tersebut, yaitu dengan membuat Kurumie. Kurumie adalah seni kerajinan tradisional berupa gambar 3D yang dibuat dari busa/karton yang dibungkus dengan kertas washi dan kain chirimen (kain tradisional khas Jepang). Pada umumnya Kurumie dibuat menggunakan kain chirimen, tetapi kali ini penulis mencoba memvariasikan Kurumie dengan bahan kain perca. Kerajinan menggunakan kain perca tersebut memiliki prospek yang cukup baik, juga mudah pembuatannya dan modal yang diperlukan tidak terlalu besar. Kegiatan Program Pengabdian kepada Masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk pembekalan pembuatan Kurumie dengan kain perca, dan dilaksanakan selama satu hari. Peserta kegiatan Pembekalan ini adalah siswa dan siswi SMA Himmata. Materi Pembekalan meliputi Penjelasan dari mahasiswa (nara sumber) FKIP UHAMKA Prodi Bahasa Jepang, tentang tata cara membuat Kurumie dengan kain perca, dan melakukan praktek membuat Kurumie dengan kain perca sehingga dapat menjadi hiasan yang dapat ditempelkan di tempat pensil, tas, sarung bantal, taplak meja dan lain-lain. Dari hasil evaluasi yang telah dilakukan dapat kami simpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat di PKBM SMA Himmata dengan melalukan pembekalan pelatihan keterampilan kurumie ini dapat bermanfaat untuk peserta guna diimplementasikan dalam bentuk bidang usaha yang  bernilai ekonomis tinggi. 

Published
2020-02-26
Section
Articles