Konsolidasi Organisasi dan Peningkatan Kompetensi Penyelenggara dan Guru Tk ‘Aisyiyah Bustanul Athfal Lima Puluh Kota Sumatera Barat

  • Fitniwilis Fitniwilis
  • Chandra Dewi
Keywords: Konsolidasi, Organisasi, Kompetensi

Abstract

Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu sampai   Ahad tanggal 03 – 04 Agustus 2019 di Payakumbuh Sumatera Barat, tepatnya di gedung TK ABA Al-Kausar lantai 2 Payakumbuh Sumatera Barat. Kegiatan ini di seting dalam dua bentuk: 1). Kegiatan secara umum yang diikuti oleh majelis dikdasmen PDA, PCA, kepala dan guru TK Aisyiyah Bustanul Athfal, 2). Kegiatan secara khusus, yaitu antara penyelenggara (majelis dikdasmen) dan  Pengelola (kepala dan guru) mengikuti      kegiatan secara terpisah. Setelah dianalisis hasilnya menunjukkan  bahwa:  Sebagian    diantara  peserta  pelatihan    belum  pernah  mendapatkan materi Idiologi Muhammadiyah, 33,3% dari peserta mengatakan belum pernah mendapatkan materi Idiologi Muhammadiyah dan 66,7% yang mengatakan sudah pernah mendapatkan materi ini. Mereka mendapatkannya dari   sumber yang berbeda-beda pada kegitan  yang berbeda pula. Terkait dengan penyelenggara amal usaha pendidikan Aisyiyah, pada umumnya peserta sudah memahaminya bahwa hal tersebut menjadi tugas dan wewenang majlis pendidikan dasar dan menengah, 84,4% peserta menjawab benar dan hanya 15,6% yang menjawab salah. Khusus penyelengara SD/MI ‘Aisyiyah, peserta memiliki pemahaman yang cukup baik. 57,1% peserta mengatakan bahwa SD/MI ‘Aisyiyah diselenggarakan oleh PCA/PDA dan 15,6%    mengatakan diselenggarakan oleh PDA/PWA dan 27,3% diselenggarakan oleh PRA/PCA. Hal ini menunjukkan bahwa peserta sudah   memahami regulasi yang ada di majlis dikdasmen, lebih dari 50% menjawab dengan benar. Di samping penyelenggara pendidikan tentu  ada pengelola, dalam hal  ini adalah kepala sekolah, namun peserta kurang memahaminya. Hal ini terlihat pada jawaban peserta yang mengatakan  bahwa  pengelola  lembaga  pendidikan  ‘Aisyiyah: pimpinan  ranting  24,2%, pimpinan cabang 21,2%, pimpinan daerah 30,3%, dan hanya 24,3% yang menjawab kepala sekolah. Komponen yang harus dikelola oleh pengelola sekolah pada umumnya dipahami oleh peserta, terdapat  87,8% dari peserta yang menjawab dengan benar dan hanya 6,1% yang tidak benar. Rekrutmen guru ‘Aisyiyah dilakukan oleh majlis dikdasmen melalui kepala sekolah, namun yang mengeluarkan SK nya adalah pimpinan organisasi. Hal ini difahami oleh sebagian besar peserta dengan benar yaitu 63,2% peserta yang benar   jawabannya, 21,2%  menjawab  bahwa  yang  mengeluarkan  SK  guru  adalah  majlis  dikdasmen,  dan 15,6% yang menjawab kepala sekolah. Demikian  pula  halnya  dengan  pengangkatan  kepala  sekolah  ‘Aisyiyah, diangkat  oleh pimpinan organisasi induk,   peserta cukup memahaminya lebih banyak yang menjawab benar dari pada yang tidak benar. 63,6% menjawab pimpinan organisasi induk, hanya 36,4% yang menjawab majlis dikdasmen dan tidak ada yang menjawab dinas pendidikan. Terkait dengan pengangkatan dan pemberhentian guru dan karyawan PAUD dan SD, 48,5% menyatakan PCA, 51,5% menyatakan PDA dan 0% yang menyakan PWA. Selanjutnya   pengangkatan   dan   pemberhentian   guru   dan   karyawan   SD/MI   33,3% menyatakan  PDA  dan  66,7%  yang  menyatakan  PWA.  Pelatihan  model  pembelajaran sentra sangat dibutuhkan oleh guru TK ABA Sumatera Barat terutama guru TK ABA di Kabupaten Lima Puluh Kota dan Payakumbuh, hal ini dapat dilihat dari antusianya para peserta mengikuti materi yang disampaikan oleh ibu Ella Sulhah, sebagian besar peserta menyatakan bahwa pelatihan model pembelajaran sentra perlu dilanjutkan dengan waktu yang lebih banyak dan diiringi dengan praktek.

Published
2020-02-26
Section
Articles