Pemberdayaan Komunitas Masyarakat Pemulung Kampung Pelangi Kelurahan Cipete Utara Melalui Pendekatan Pemahaman Sosio-Psikologi

  • Eko Digdoyo
  • Tellys Corliana
Keywords: Masyarakat Urban, pekerja informal, Sosio-Entreprenur, dan Sosio-Psikologi

Abstract

Komunitas masyarakat pemulung (pra-sejahtera) merupakan komunitas pekerja informal di perkotaan memiliki peran secara langsung maupun tidak langsung dalam peningkatan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, salah satunya adalah kesejahteraan ekonomi. Namun demikian, status ekonomi juga bukan satu-satunya ukuran kesejahteraan masyarakat, sebab di dalam kesejaheraan ekonomi perlu ditopang dengan pendidikan baik formal, informal, maupun non-formal guna memperkuat mental-spiritual masyarakat. Tujuannya program ini adalah di samping memberikan penyuluhan dan pendampingan diharapkan dapat memberdayakan masyarakat, melalui pendekatan pendidikan sosial keagamaan (religi), kesehatan, kesadaran lingkungan, serta dampak sosial lainya. Untuk itu, obyek pemberdayaan masyarakat ini adalah komunitas pemulung selaku pekerja informal di wilayah Kampung Pelangi tepatnya RT 07 RW 09 Kelurahan Cipete Utara, Jakarta Selatan. Alasan mendasar pemilihan obyek pemberdayaan masyarakat di lokasi tersebut, meskipun posisi geografis berada di tengah kota yang dikelilingi gedung-menjulang tinggi, kondisi senyatanya komunitas pekerja informal (pemulung) perlu pendampingan dan kepedulian sosial baik dari pemerintah daerah, lembaga sosial non-pemerintah, serta masyarakat akademik (Lembaga Pendidikan Tinggi).  Sebab secara geografis tidak elok jika di tengah kota yang berdampingan dengan dikelilingi gedung menjulang tinggi, sementara di sekitarnya terdapat komunitas pekerja informal yang sangat memerlukan pendampingan dari pendidikan, ekonomi, dan sosio-psikologis sebagai bentuk janggungjawab sosial.

Published
2020-02-26
Section
Articles